kpu@maroskab.go.id 0411 - 373999

No Image

KPU Kab. Kepulauan Sangihe (Sulut) Study Banding Ke KPU Kab. Maros (Sulsel

kunker kpu sangihe

     Maros,— Jumat, 26 Agustus 2016. Sebagai trend Dunia Maya atau penggiat Media Sosial dikala hari Jumat tiba pada umumnya menulis status “Jumat Berkah”, namun itu hanya status media sosial. Lain halnya dengan hari jumat kali ini, KPU Kabupaten Maros secara realita memaknai hari jumat sebagai “Jumat Berkah” karena kedatangan tamu dari KPU Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan salah satu Kabupaten di Indonesia yang mendapat giliran menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serentak yang dihelat pada 15 Februari 2017. Hal tersebut, sebagai bentuk pemantapan persiapan, KPU Kepulauan Sangihe melakukan studi banding atau studi komparatif guna mendapatkan referensi pengalaman serta sebagai bahan perbandingan dalam menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serentak tahun 2017.
Rombongan studi banding KPU Kepulauan Sangihe tersebut dipimpin oleh Jeck Seba selaku Komisioner Divisi Hukum, Chairil Anwar selaku Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Yesril Muridang selaku, Kepala Sub Bagian Teknis Pemilu dan Hupmas, Stanley B. Legrants sebagai Staf Fungsional Teknis dan 2 (dua) Personil Polres Kepulauan Sangihe disambut oleh Ketua bersama Komisioner dan Jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Maros di Aula Rapat Kantor KPU Kabupaten Maros.
Dalam sambutan penerimaannya, Ketua KPU Kabupaten Maros Ali Hasan memperkenalkan masing-masing Komisioner beserta Sekretaris dan Para Kasubag berdasarkan Divisi masing-masing. Lebih lanjut, beliau menjelaskan secara singkat gambaran umum wilayah kerja KPU Kabupaten Maros bahwa Kabupaten Maros adalah Kabupaten yang berbatasan langsung dengan ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan, dalam hal ini adalah Kota Makassar dengan jarak kedua kota tersebut berkisar 30 km dan sekaligus terintegrasi dalam pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasata dengan luas wilayah 1.619,12 km2 dan terbagi dalam 14 wilayah Kecamatan, 103 Desa/Kelurahan serta memiliki jumlah TPS sebanyak 630. Secara administrasi Lanjut Ali Hasan, wilayah berbatasan dengan Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Bone, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar sehingga dalam pelaksanaan tahapan penyelenggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati memiliki tantangan tersendiri serta profesionalisme dari penyelenggara.
Sesaat setelah sambutan Ketua KPU Kabupaten Maros, Jeck Seba selaku Ketua Tim Studi Banding dari KPU Kepulauan Sangihe berterima Kasih dan memberikan apresiasi kepada Ketua bersama Komisoner dan Jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Maros yang telah bersedia dan menyambut baik kedatangan Tim Studi Banding KPU Kepulauan Sangihe. Lebih lanjut, Jeck Seba mengungkapkan bahwa memilih kunjungan ke KPU Kabupeten Maros karena KPU Kabupaten Maros merupakan salah satu KPU Kabupaten/Kota di Indonesia yang telah menyelenggarakan Pemilihan Bupati secara serentak di Tahun 2015 dan tergolong sukses dalam penyelenggaraan.
Menanggapi pernyataan Jeck Seba, Ketua KPU Kabupaten Maros Ali Hasan langsung mempersilahkan Komisioner KPU Kabupaten Maros memaparkan pengalaman penyelenggaraan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Maros Tahun 2015. Dimulai dari Komisioner Divisi Teknis Darmawati, mengungkapkan bahwa Kabupaten Maros merupakan salah satu kabupaten yang telah melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serentak pada geombang 1 (satu) Tahun 2015. Divisi Teknis harus mengawal setiap tahapan karena pada akhirnya hasil dari setiap tahapan tersebut akan berakibat ke Divisi Teknis. Beliau mencontohkan pada tahapan Pencalonan, setiap Dokomen pencalonan harus diverifikasi secara teliti dan semua yang telah dikeluarkan harus didokumentasikan dengan baik.
Pada kesempatan berikutnya, dipaparkan oleh Syaharuddin selaku Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat. Beliau mengungkapkan bahwa Alat Peraga Kampanye yang diserahkan ke KPU Kabupaten mulai dari pengadaan, pemasangan sampai pemeliharaan merupakan salah satu tantangan yang sangat berat karena pada saat pemasangan, cuaca tidak mendukung karena angin kencang, sehingga bingkai yang digunakan adalah besi holo. Dalam pemasangan Baliho harus memperhatikan posisi baliho ketiga pasangan calon supaya tidak menimbulkan kecemburuan antar pasangan calon maupun para tim. Lebih lanjut, Syaharuddin mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama tahapan diantanya: Melakukan Diskusi Kampung dengan mengumpulkan masyarakat terpencil untuk menyampaikan Tahapan Pemilihan, Melakukan pendekatan dengan Organisasi Kemahasiswaan dan Masyarakat, Pentas Seni Budaya.
Pemaparan selanjutnya oleh Samsu Rizal selaku Divisi Keuangan, Umum dan Logistik menyampaikan bahwa dalam proses penyusunan Anggaran, KPU Kabupaten Maros mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh Kemendagri Nomor 51 tahun 2015, Melakukan MoU dengan BPKP, Proses pencetakan Surat Suara melibatkan Pihak LO Pasangan Calon dengan mencantumkan Paraf pada rancangan kertas surat suara, Proses pengepakan Surat Suara dengan melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Sisa Surat Suara dengan melibatkan Pihak Polres Maros, Panwas Pemilihan Kabupaten Maros dan LO Pasangan Calon untuk dimusnahkan setelah proses pencoblosan. Dalam Pendistribusian Logistik KPU berkoordinasi dengan Pihak Polres pada setiap pergerakan.
Pemaparan akhir oleh Komisioner Ansar selaku Divisi Perencanaan dan Data mengungkapkan bahwa persoalan data tidak bias dianggap terlalu besar karena berdasarkan pengalaman pribadi, data tidak pernah tuntas sampai akar-akarnya, sehingga harus ada terobosan baru dari pihak yang berwenang, Tidak pernah mengambil keputusan tanpa melibatkan PPK dan PPS, Kebijakan yang akan diambil kabupaten melibatkan kepada semua stakeholder untuk melaporkan masalah-masalah yang ditemukan. Dalam setiap pertemuan, KPU Kabupaten Maros menerima masukan-masukan dari Tim Pasangan Calon. Kerjasama yang baik dengan Panwas Pemilihan Kabupaten, Panwas Keacamatan dan PPL, Undangan yang dianggap dobel disortir sebelum diturunkan ke Masyarakat atau Pemilih.
Mendengarkan pemaparan dari Komisioner masing-masing Divisi KPU Kabupaten Maros, Jeck Seba selaku Ketua Tim Studi Banding menarik kesimpulan dan pembelajaran bahwa pada intinya yang harus diperhatikan dalam mensukseskan Pelaksanaan Pemilihan adalah Akurasi Data, Koordinasi dengan semua Stackholder dan pendokumentasian kegiatan.
Sebagai penutup Ali Hasan menyampaikan kepada Tim Studi Banding bahwa demi suksesnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, KPU Kabupaten/Kota harus membuka akses keseluruh Tim Pasangan Calon. Dan yang tidak kalah pentingnya dari rangkaian kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan foto bersama antara Ketua, Komisioner, Sekretaris dan Para Kasubag KPU Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan dengan Rombongan Studi Banding (Studi Komparatif) dari KPU Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. (KPU Maros-A.Besse-Yusdar)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.