kpu@maroskab.go.id 0411 - 373999

No Image

Launching Rumah Pemilu “Balla Panrita” KPU Provinsi Sulsel Sebagai Pusat Edukasi Demokrasi Publik

Rumah Pintar Pemilu Sulsel
Makassar, kpu.go.id – Peserta Kursus Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi menghadiri peresmian ‘Balla Panrita’ KPU Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di depan halaman kantor tersebut, Selasa (30/8). ‘Balla Panrita’ yang merupakan bahasa Makassar untuk ‘Rumah Pintar’ diresmikan secara langsung oleh Anggota KPU RI, Sigit Pamungkas.
 
Kehadiran Peserta Kursus Komunitas Peduli Pemilu ini sekaligus mempelajari dan menggali fungsi dari Rumah Pintar.
 
Pada acara peresmian, Sigit Pamungkas dan para undangan disambut oleh tarian tradisional sebagai ucapan selamat datang. Selanjutnya rombongan diarahkan kedepan pintu masuk Balla Panrita untuk prosesi pengguntingan pita. Dalam kesempatan itu, Sigit Pamungkas memberikan sambutan serta pembekalan pada peserta Kursus Komunitas Peduli Pemilu yang dihelat pada hari yang sama dengan peresmian Balla Panrita.
 
Sigit mengatakan, Rumah Pintar Pemilu (RPP) merupakan program strategis nasional untuk perbaikan kualitas pemilu dan demokrasi. Ia mengatakan hingga tahun 2017 akan ada 100 RPP di 34 provinsi dan 66 kabupaten/kota satuan kerja KPU.
 
Sigit berharap, RPP itu bisa menjadi pusat dokumentasi dari proses kepemiluan yang telah dilakukan oleh KPU. Lebih lanjut Sigit ingin RPP KPU bisa dijadikan fasilitas untuk melakukan kajian serta edukasi demokrasi bagi publik.
 
“RPP kedpan juga diharapkan menjadi pusat dokumentasi kepemiluan tingkat nasional, selain itu properti-properti yang digunakan di setiap tempat (aktivitas pemilu) juga dapat diharapkan menjadi tempat edukasi demokrasi yang baik,” tutur Sigit.
 
RPP tersebut merupakan upaya KPU untuk menjembatani proses pemilihan umum (pemilu) dengan proses pendidikan kepemiluan, karena menurut Sigit, proses pemilu di Indonesia memiliki banyak hambatan.
 
“Karena Pemilu kita memiliki hambatan, dan itu menjadikan proses regenerasi kepemimpinan tidak berlangsung dengan baik. Jika pemilih baik, calonnya baik, maka akan terpilih pemimpin yang baik pula. Disinilah tantangan RPP untuk mengedukasi pemilih kita ke depan,” lanjut dia.
 
Untuk menghindari kesan serius, Sigit ingin RPP KPU tidak hanya diisi dengan diskusi, tetapi juga mengundang pelajar untuk melakukan wisata demokrasi.
 
“Nanti bisa melakukan banyak aktivitas, tidak hanya menggelar diskusi yang mengundangstakeholder, tetapi juga mengundang pelajar untuk melakukan wisata pendidikan untuk pelajar,” kata Sigit.
 
Peserta Kursus Komunitas Peduli Pemilu ini diikuti oleh 30 orang dari 260 orang pendaftar. Jumlah pendaftar terbanyak dibandingkan dengan jumlah pendaftar dari KPU se-Indonesia. Jumlah tersebut apresiasi oleh Anggota KPU Provinsi Sulawesi Selatan divisi Sosialisasi, Faisal Amir.
 
Secara khusus Faisal memberi apresiasi pada Bagian Teknis dan Hupmas yang telah mewujudkan Balla Panrita tanpa penunjang dari pihak luar, serta biaya yang sangat minim.
 
Sementara itu Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Iqbal Latief mengatakan, tahun 2016 KPU Sulsel sudah melaksanakann semua program dan anggaran yang diberikan oleh Pusat, dan penyusunan program dan anggaran untuk tahun berikutnya sudah disesuaikan dengan kegiatan Pilkada mendatang di tahun 2017. (Sumber : www.kpu.go.id – qk/red. FOTO KPU/qk/Hupmas)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.